Mahasiswa STMIK YMI Tegal “Syahirul Alim” dan rekan di Kabupaten Brebes, bangun Startup ditengah pandemi.

Mahasiswa STMIK YMI Tegal “Syahirul Alim” dan rekan di Kabupaten Brebes, bangun Startup ditengah pandemi.

Lima pemuda di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menjadikan pandemi Covid-19 yang berdampak pada hampir semua sektor kehidupan sebagai pendorong untuk berinovasi. Mereka membuat usaha rintisan atau startup jasa penyimpanan.

Startup yang diberi nama StasiunFile tersebut dibuat oleh Syahirul Alim (24) Mahasiswa STMIK YMI Tegal Jurusan Teknik Informatika, Muhammad Andri Fahrizal (24), Musfik Amrullah (24), Nadib Dermawan (26) dan Muwafiqul Ikhwan (24). Startup ini resmi diluncurkan pada Minggu (21/3) lalu di sebuah kafe di Saditan, Brebes.

Sebagai aplikasi penyimpanan dan berbagi file, StasiunFile dibuat sebagai solusi bagi para pekerja lepas, pelajar dan perusahaan-perusahaan yang mengalami kendala atau kesulitan saat hendak mengirimkan file pekerjaan maupun tugas sekolah secara daring.

CEO StasiunFile, Muhammad Andri Fahrizal mengatakan, StasiunFile dibuat untuk membantu pemulihan ekonomi dan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 khususnya di Brebes. “Seperti yang kita tahu sekarang ini kegiatan-kegiatan pembelajaran dan pekerjaan dilakukan dengan cara online karena pandemi. Ini menjadi salah satu yang mendorong kami membuat StasiunFile,” katanya, Selasa (23/3).

Menurut Andri, StasiunFile memiliki fitur-fitur yang akan memudahkan dalam pengiriman atau berbagi file. Hal ini yang menurut dia membedakan StasiunFile dengan aplikasi penyimpanan dan berbagi file lainnya yang sudah ada.

Sejumlah fitur yang disediakan di StasiunFile antara lain One Time File yang membuat file akan terhapus otomatis apabila file sudah terunduh satu kali sehingga cocok untuk mengelola file rahasia yang sangat penting. Dengan fitur ini pengguna juga dapat mengatur waktu file agar terhapus otomatis.

Selain itu, terdapat juga fitur Infinity Files yang membuat pengguna dapat menyimpan file tanpa batasan waktu atau jumlah unduhan. Fitur ini juga dapat dimanfaatkan sebagai penyimpanan file asset untuk desain presentasi, website, mobile-app dan lainnya.

“Dengan fitur-fitur inovatif yang ada di StasiunFile, semua orang sekarang bisa menggunakan cloud storage tanpa ribet lagi, karena cara penggunanya yang mudah, tetapi tanpa mengurangi keamanan file pengguna,” ujarnya.

Andri menjelaskan, penggunaan StasiunFile lebih mudah dibandingkan aplikasi penyimpanan dan berbagi file lainnya karena pengguna dapat mengelola file (download, upload, save, delete) secara daring cukup dengan satu kode ajaib tanpa harus mempunyai akun dan login terlebih dahulu.

“Selain itu, pengguna juga dapat menyimpan dan mengunduh file tanpa dibatasi oleh perangkat atau sistem operasi tertentu karena berbasis website/API,” jelasnya.

Andri menyebut pembuatan StasiunFile membutuhkan waktu selama sekitar tiga bulan. Ide awal pembuatan muncul ketika dirinya kesulitan setiap kali akan mengirim file ke teman kantornya karena harus download aplikasi dan login dulu atau menggunakan USB.

“Kami kemudian membuat survei dan ternyata kesulitan itu juga banyak dialami para desigener, programmer, khususnya yang bekerja di bidang percetakan, sehingga akhirnya kami membuat StasiunFile sekaligus untuk mewujudkan ekonomi kreatif di Brebes,” ungkapnya.

CO Founder StasiunFile, Musfik Amrullah mengungkapkan, pada enam bulan pertama, StasiunFile digratiskan untuk pengguna dengan fitur yang masih dibatasi. Hal ini agar pengguna familiar dengan aplikasi tersebut.

“Setelah itu, kami akan mulai menyediakan fitur-fitur andalan dan uprgade keamanan. Untuk tarifnya Rp15 ribu per bulan untuk layanan kapasitas 30 GB,” ujarnya.

Menurut Musfik, sejak pertama kali dipublikasikan pada 1 Februari lalu, pengguna StasiunFile sudah mencapai 4.000. Dia pun optimis usaha rintisan yang dibangun bersama teman-temannya itu akan terus berkembang pesat.

“Berdasarkan google analytics, setiap hari selalu mengalami kenaikan pengguna baru, sehingga StasiunFile sangat berpotensi untuk bersaing dengan penyimpanan online lainnya,” ungkapnya.

sumber: https://www.gatra.com/detail/news/507107/teknologi/lima-pemuda-brebes-bangun-startup-di-tengah-pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *